In the wild, karena ia seorang diri di salah satu kota sibuk di Indonesia. Kota bising ini pastilah tempat antah berantah buatnya. Ini adalah kisah beberapa minggu yang lalu, ketika saya berjumpa dengan seorang suku Baduy di pinggir jalan Margonda Depok pada siang bolong.

Saya melihatnya persis setelah turun dari angkot. Dia mengenakan pakaian serba putih, lengkap dengan penutup kepala dan tas selempang. Tentunya tanpa alas kaki. Salah satu tangannya menggenggam botol madu.

Ketika saya mendekatinya, dia menawarkan madunya. Harganya Rp. 150.000. Saya tidak tidak tahu itu murah atau mahal. Saya juga tidak tahu itu madu asli atau tidak. Saya tidak pernah membeli madu sebelumnya. Tapi saya membelinya karena ingin membuat hatinya senang sejenak dan agar membiarkan saya bertanya-tanya.

Dia sudah 2 minggu meninggalkan Baduy. Saya pikir Baduy tidak diperkenankan meninggalkan komunitasinya. Katanya dia sudah minta izin sama tetuanya. Berarti Baduy dalam atau luar? Saya tidak bertanya lebih banyak karena Bahasa Indonesianya tidak lancar. Saat menghitung uang kembalian, dia juga agak lama.

Sampai rumah, saya googling cara membuktikan madu asli dan mencobanya bersama teman saya. Ini beneran asli.