Ehem.

Jadi ceritanya saya dapat komputer dinas baru, nguli koordinator riset BlankOn ujug-ujugnya dapat ini, alhamdulillah. Thinkpad X1 Carbon generasi ke 3. Beberapa bulan sebelumnya saya membeli Thinkpad X220 dan sekarang dapat ini, benar-benar menimbulkan kegalauan tak terkendali. Tapi akhirnya saya bisa membandingkan, Thinkpad klasik dengan Thinkpad modern yang berusaha ditonjolkan Lenovo sekarang ini. Seperti biasa, begitu menyentuh benda baru, saya tidak langsung menulis ulasannya. Saya perlu menggunakannya selama beberapa waktu sampai benda tersebut menunjukkan kekurangannya.

Spesifikasi

  • Prosesor Intel generasi ke-5, i7-5600U
  • Grafis Intel HD Graphics 5500
  • RAM 8GB (fixed, soldered)
  • SSD 256GB
  • Gigabit ethernet, bluetooth 4, WLAN a/b/g/n, fingerprint, LED backlit keyboard
  • Case carbon fiber reinforced plastic
  • Berat 1.3 kg

Layar

Layarnya, buat saya mewah banget. Dulu saya heran saat pak @aksimdamt, kalau ketemu layar komputer standar, bilang ini kayak henpon Nokia 3310. Sekarang saya tidak heran. Maklum semaklum-maklumnya. X1 ini dibekali dengan 2560x1440. Tidak sampai dibilang 3k, tapi sudah mewah banget buat saya. Resolusi lebih besar artinya ada lebih banyak baris kode yang bisa muat dalam 1 layar pada saat yang bersamaan, yang mana sangat saya sukai. Warnanya tetap jernih dipandang dari segala sisi.

Body & Build Quality

Finishing-nya buruk. Kalau Macbook dapat skala 10, X1 ini saya kasih 6. Bottom covernya ada yang tidak tertutup dengan baik, dan ini terjadi juga di X1 yang lain (saya sempat memeriksa 2 buah lagi). Saya membiarkan pemakaian wajar ala saya sendiri dan dalam seminggu mendapatkan baret-baret gak jelas. carbon fiber reinforced plastic ini jadi tidak begitu mengesankan buat saya. Mungkin dalam setahun kondisinya sudah kacau.

Keyboard

Fucking good. Dulu saya pernah bilang, keyboard Lenovo yang baru itu jelek dan tidak enak. Keyboard X230 itu tidak enak. Pokoknya yang benar sebenar-benarnya itu keyboard klasik Thinkpad, dan terakhir dipakai dadan di seri X oleh X220.

Ehem. Pernyataan itu saya tarik. Meskipun sama-sama menggunakan desain keyboard baru, rasanya x230 dan X1 ini sangat berbeda. Saya gak bisa jelaskan, tapi sangat jauh lebih baik. Taptic-nya. Kedalaman tekannya. Tingkat tekanan pegas karetnya. Entah yang mana pokoknya ini sempurna.

Touchpad & Trackpoint

Trackpointnya masih menunjukkan gejala tidak nyaman yang juga timbul di Thinkpad lama, yaitu saat kita menggunakan trackpoint secara intensif selama beberapa waktu (jari tak lepas dari trackpoint), dan kemudian dilepas, kursor masih bergerak sendiri. Saya menduga karena kontraksi yang tertahan di karet trackpointnya.

Touchpadnya hanya sempurna di Windows. Di GNU/Linux masih rada lompat-lompat saat tapping, jari berhenti dari pergerakan, dan angkat jjari dari touchpad. Namun ini masih bisa ditoleransi.

Saya senang sekali ada tombol fisik untuk klik kanan, klik tengah dan klik kiri. Beberapa Thinkpad modern menggabungkan langsung ke touchpadnya, yang mana benar-benar tidak enak untuk dipakai maupun dipandang. Rasanya mereka bukan Thinkpad.

Performa

Kenceng bangat. Sesuai spek. Saat dipangku, panas di paha tidak terlalu mengganggu. npm run build yang jalan 20 detik di Macbook Air mid 2013 bisa kelar 7 detik di sini. Lega leh uga.

Baterai

Sehari-harinya, 6 jam ngoding + internetan. Chargingnya juga cepat, barangkali secepat Macbook. Pokoknya cepat, tidak seperti Thinkpad lama.

Port

  • USB 2
  • Tunderbolt 1
  • HDMI 1
  • Jack Audio 1
  • Port propietary untuk dongle LAN

Mengecewakan sekali tidak ada slot SDCard.

No pic is hoax

Gambar diambil oleh @sdmoko saat saya pertama kali menyentuh X1 Carbon di Sevel Pocin Margonda.