Bagaimana Kaipang menuju ILC 2014 Sinjai?

Mengatur Ikon Desktop KDE Menjadi Rata Kanan

Ini gara-garanya kangen sama MacOSX. Motivasi ini jangan ditiru, salah satu contoh gagal move on. Langkahnya cukup mudah dan sederhana :

  1. Unlock Widget desktop anda.
  2. Klik kanan pada desktop, kemudian pilih “Default Desktop Settings”
  3. Muncul jendela Dekstop Settings. Jadikan layout desktop anda menjadi “Folder”, kemudian klik tombol Apply.
  4. Dekstop anda akan berisi ikon-ikon dari direktori yang anda pilih. Hanya saja penempatannya rata kiri, aturan bawaan.
  5. Lagi, klik kanan desktop dan pilih “Folder Settings” (nama menu-nya sekarang berubah)
  6. Muncul jendela Dekstop Settings lagi. Pilih tab “Icons”, kemudian ganti opsi Align menjadi Right.
  7. Lihat perubahannya, jika oke, lock kembali desktop anda.

 

Mengapa DuckDuckGo?

Via Wikipedia

Saya pengguna internet yang biasa-biasa saja. Meskipun saya menaruh perhatian pada beberapa masalah internet, tapi sebagian besar saya tidak terlalu acuh. Berita-berita tentang NSA, kebijakan privasi dari para raksasa internet, dan sebagainya. Tapi belakangan saya mulai tidak merasa nyaman.

Beberapa bulan yang lalu saya melihat status seorang teman di jejaring sosial Facebook, yang mengatakan bahwa iklan-iklan yang muncul di situs selain google selalu menyesuaikan dengan hasil pencariannya di google. Biasa aja keleus. Eh, tapi kemudian itu terjadi pada saya. #kualat

Misalnya, kemarin saya sibuk mencari-cari di Google tentang tiket-tiket promo ke Vietnam. Beberapa jam kemudian, laman Facebook saya disisipi iklan-iklan yang berkaitan dengan pemesanan tiket, travel dan semacamnya yang senada. Yah, barangkali saja ini berguna, pengguna dibantu ke target. Tapi pada dasarnya saya merasa tidak nyaman. Entah bagaimana Google membagi informasi saya dengan Facebook dan mungkin dengan perusahaan-perusahaan internet lainnya. Saya hanya ingin menggunakan Google sebagai mesin pencari, bukan supaya data saya dioper kesana kemari sebagai umpan profit.

Google memang punya beberapa masalah privasi yang sampai sekarang belum tuntas.

Jadi bagaimana? Terus saya kena doktrin DuckDuckGo. DuckDuckGo adalah mesin pencari alternatif dengan fokus kebebasan privasi. DuckDuckGo tidak akan merekam apa pun yang kita lakukan dengannya. Sudah hampir dua bulan saya menggunakan DuckDuckGo sebagai mesin pencari utama dan hanya beralih ke Google jika hasil pencarian di DuckDuckGo tidak maksimal atau saya perlu ngeluarin jurus-jurus googling tertentu.

Bagaimana DuckDuckGo? Sejauh ini, saya merasa nyaman dan hasil pencariannya cukup relevan dan memuaskan. Fitur DuckDuckGo tidak kalah dengan Google. Bahkan melalui DuckDuckGo, kita tetap bisa mencari dengan mesin Google tanpa harus terkait dengan akun Google kita dengan memanfaatkan encrypted.google.com (kata kunci pencarian dienkripsi).

Kalau saya peduli masalah privasi, kenapa tidak sekalian berhenti menggunakan produk-produk Google dan lainnya yang bermasalah? Yah, mungkin ini terlihat seperti “menutup wajah dengan plastik transparan dan pura-pura tidak melihat apa pun”. Tapi mau bagaimana lagi? Saya kan cuma pengguna internet yang biasa-biasa saja. Setidaknya saya menyamankan diri dulu.

Update : saat pertama kali beradaptasi, mungkin anda merasa nama domain duckduckgo.com tidak praktis untuk diketik. Silakan coba domain ddg.gg untuk domain pintas ke duckduckgo.com

1984 dan 1Q84

Saya tertarik membeli 1984-nya George Orwell yang diterjemahkan oleh Landung Simatupang karena buku ini (juga tentang Bung Besar) beberapa kali disinggung di 1Q84. Jika Murakami terinspirasi dari George Orwell, apa yang menarik di buku itu?

Setelah selesai membaca, saya menemukan 1984 sebagai bacaan berat yang jauh lebih baik dari 1Q84 (terjemahannya juga oke banget). Apa yang ingin disampaikan Orwell itu, sedikit demi sedikit dapat dipahami pembaca, meskipun (saya) musti pakai merinding-merinding bacanya. Berkebalikan dengan 1Q84 (buku ini sangat tebal, edisi Bahasa Indonesia-nya dipecah menjadi 3 buku), sampai sekarang saya belum paham benar apa maksud buku ini. Satu-satunya keberhasilan Murakami di 1Q84 adalah membuat saya hanyut dengan ceritanya yang detail dan bertele-tele, sampai saya lupa dengan inti dari keseluruhan kisah.

Satu-satunya kemiripan yang saya temukan di kedua buku ini adalah, Winston dan Aomame sama-sama ragu bahwa tahun itu adalah tahun 1984. Selebihnya, wah, saya tidak dapat menemukan benang merah.

1984 cukup berharga buat dikoleksi. 1Q84? Yah, kalau anda punya cukup waktu.

Extremely Loud & Incredibly Close : Pendengaran Mr. Black

Saya suka sekali buku ini.

Alih-alih menulis ulasan, saya mau tulis sesuatu yang janggal di buku ini.

He led me to the kitchen table, which was where our kitchen table was, and he sat down and slapped his hand against his knee. “Well!” he said, so loudly that I wanted to cover my ears.

Mari kita lihat cuplikan yang lain,

It was only then that I observed that the key was reaching toward the bed. Because it was relatively heavy, the effect was small. The string pulled incredibly gently at the back of my neck, while the key floated just a tiny bit off my chest. I thought about all the metal buried in Central Park. Was it being pulled, even if just a little, to the bed? Mr. Black closed his hand around the floating key and said, “I haven’t left the apartment in twenty-four years!” “What do you mean?” “Sadly, my boy! I mean exactly what I said! I haven’t left the apartment in twenty-four years! My feet haven’t touched the ground!” “Why not?” “There hasn’t been any reason to!” “What about stuff you need?” “What does someone like me need that he can still get!” “Food. Books. Stuff” “I call in an order for food, and they bring it to me! I call the bookstore for books, the video store for movies! Pens, stationery, cleaning supplies, medicine! I even order my clothes over the phone! …

Kemudian,

“I’ve been reading your lips!” “What?” He pointed at his hearing aids, which I hadn’t notice  before, even though I was trying as hard as I could to notice everything. “I turned them off a long time ago!” “You turned them off?” “A long, long time ago!” “On purpose?” “I thought I’d save the batteries!”…

Mr. Black berbicara dengan suara yang keras karena dia tuli. Dia pembaca bibir. Nah, bagaimana dia memesan makanan dan kebutuhannya via telepon kalau dia tuli? Kecuali dia bisa mengatakan semuanya sekaligus dengan lengkap sehingga tidak perlu ditanya-tanya lagi. Tapi itu sulit dibayangkan.

Buku ini aneh, tapi saya suka. Nanti saya posting tentang hal-hal yang tidak lazim di buku ini. Beberapa hal mestinya membuat buku ini sulit dialihbahasakan. Tapi anehnya, terjemahannya sudah ada.

  • http://www.bukukita.com/Non-Fiksi-Lainnya/Non-Fiksi-Umum/78712-Extremely-Loud-&-Incredibly-Close.html
  • http://sepetaklangitku.blogspot.com/2012/02/extremely-loud-incredibly-close.html

Nyoblos!

Seperti yang saya bilang sebelumnya, pemilu kali ini saya ikut berpartisipasi (terlepas dari saya bangun siang lagi).

Saya pilih yang mana?

Rupanya banyak yang lupa bahwa salah satu azas pemilihan umum adalah rahasia. Pemilih berhak merahasiakan pilihannya. Jadi ketika saya ditanya saya pilih apa dan saya menolak jawab, eh langsung dituduh golput. :)

Begitu kerasnya atmosfer pemilu kali ini, seperti yang kita lihat sekarang. Ribut. Demokrasi di Indonesia memang sudah maju, tapi sebagian besar pemilihnya masih belum bisa bersikap dewasa.

Jadi, saya pilih yang mana?

Eh, kok tanya lagi. :D

Saya dan BlankOn (Video)

http://www.youtube.com/watch?v=6MEdGSVehQo

“BlankOn Linux memenuhi setiap kebutuhan saya.”

http://blankonlinux.or.id

Musik :
- Ost. Kita Punya Bendera
- Mission Impossible by Lalo Schriffin
from album : Delman Fantasy (IMC Record)
Arranged and played by Jubing Kristianto

http://jubing.net

Dibuat dengan :
Nikon D5000, ffmpeg, avconv, VirtualBox, Audacity, KdenLive dan BlankOn 9.0 Suroboyo.

Terima kasih kepada Pak Jubing Kristianto yang telah mengizinkan musiknya digunakan dalam video ini.

urusan kita

seperti engkau masih berdiri di tikungan jalan itu
sejangkauan mata sejangkauan asa
lekas lenyap begitu aku mengerjap
di atas tengkukku
angkuh sang langit cuma bilang, maktub maktub maktub
matari ketawa mengundang umpat
di bawah sandalku
bumi keras cadas sabar menjilat jasadku menanti jasadmu
di nafasmu nafasku
waktu bergulir berlari berdansa lupa urusan kita

kudengar kadang-kadang kau berang,
tapi tak pernah benar-benar bermaksud menghentikanku, bukan?
sudah kukirim pesan kemarin sore
hanya saja bulir-bulir hujan malu mengungkapkannya
atau kau tak lagi mendengar mereka bersenandung

sang langit cuma bilang, maktub
alam semesta serentak mengangguk

Trusty Tahr Release Party

Laporan selengkapnya akan menyusul di blog Kaipang. :D

Mini Proyek Arduino #1 : Penggaris Dijital Portabel

Memang portable sih, pakai baterai 9V. Tapi soal praktis, nggak deh. Sudah bongsor, belepotan kabel pula. :D

Penggaris in dibantu oleh modul HC-SR04 — sensor untuk mengukur jarak dengan gelombang ultrasonik — dan LCD kecil.

Btw, main Arduino ternyata seru loh. :D

Sumber kode : https://github.com/herpiko/arduino_penggarisdijital

Terima kasih kepada pak Deni Marswandi yang telah mengenalkan saya ke bidang mikrokontroller dan menghibah-pinjamkan sebuah Arduino Uno plus pernak-perniknya.

 

© 2014 /dev/null

Theme by Anders NorenUp ↑